Bagi anak muda, punya idola adalah hal yang lumrah. Biasanya sosok yang diidolakan adalah sosok yang disukai dan punya ketenaran, sehingga tak jauh dari kalangan selebritas, atlet, maupun bidang lain sesuai ketertarikan. Namun, sebetulnya sangat disayangkan jika kita memaknai idola sebatas kegemaran kepadanya.
Mengenali dan mencari tahu tentang sosok yang kita idolakan merupakan hal penting agar kita dapat menemukan nilai dan karakter yang dapat diteladani, dan tak hanya mengidolakannya tanpa alasan yang tepat.
Cari Tahu Latar Belakangnya
Sosok idola biasanya digandrungi karena sebuah pencapaian di masa kini. Seringnya kita lupa bahwa pencapaian tersebut tentu saja tak didapatkan dengan mudah dan dalam waktu singkat. Agar lebih mengenali sosoknya, jangan ragu untuk mencari tahu latar belakang sosok yang kita idolakan. Mulai dari jejak karirnya sejak awal, siapa gurunya, hingga kegagalan apa saja yang pernah ia rasakan hingga akhirnya ia dapat berhasil.
Hal-hal tersebut bukanlah untuk mengungkit masa lalu tokoh, tetapi agar kita dapat belajar dari perjalanannya yang pasti disertai tantangan.
Idolakan Sikapnya, Bukan Hanya Orangnya
Dalih mengidolakan orang lain biasanya sering disalahartikan dan justru dapat merugikan kita. Misalnya kita terlalu memuji sosoknya tanpa mau membuka mata soal hal-hal manusiawi yang dilakukan.
Misalnya jika idola kita mendapat pencapaian, kita tentu ikut senang dan bangga. Namun jika ia melakukan kesalahan, kita lupa untuk objektif dalam menilai. Kita bahkan lupa bahwa kita tetap butuh nilai baik dari dirinya tanpa harus menyangkal kesalahan yang ada kalanya dilakukan.
Contoh Perjuangan dan Nilai Baik yang Dianut
Tak cukup jika kita hanya terus memuji seseorang, tanpa mau meneladani perjuangannya dari awal. Pahami bahwa langkah terjal yang pernah dilalui idola kita adalah salah satu bahan bakar dan dapat menjadi energi tambahan bagi kita saat sedang memerjuangkan sesuatu.
Menyontoh motivasi dan nilai dari orang yang kita idolakan akan jadi asset besar bagi perjalanan hidup kita, dan tentu saja kekaguman yang ada tak hanya berhenti pada kekaguman sosok saja.
Tiga hal di atas perlu kita catat dan perhatikan, supaya dalam mengidolakan seseorang kita tak hanya berhenti pada penilaian. Lebih dalam lagi, kita perlu belajar menggali teladan agar selalu punya kekuatan dan contoh baik untuk bekal dalam mencapai sesuatu yang sedang diupayakan.