Adakah manusia yang tidak memiliki dosa? Tentu saja tidak ada. Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa. Mulai dari dosa terkecil hingga dosa yang paling besar. Bisa dosa kepada Allah atau dosa kepada makhluknya yang tidak disadari. Termasuk juga dosa kepada diri sendiri.
Dosa yang terus menerus menumpuk bisa dianggap seperti hutang. Yang jika tidak dilunasi maka dapat memberatkan timbangan kita di akhirat nanti pada saat hari perhitungan. Namun, apakah setiap dosa yang dilakukan bisa mendapatkan pengampunan?
Dalam salah satu ayat, Allah berfirman:
Katakanlah: ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa – dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)
(QS. Az-Zumar: 53 – 54)
Selain ayat tersebut, masih banyak ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an yang mengungkapkan betapa Maha Pengampunnya Allah SWT. Melalui ayat-ayat tersebut, Allah juga menyampaikan bahwa setiap dosa akan diampuni oleh Allah selama orang tersebut bertaubat dan tidak melakukannya lagi.
Pada dasarnya, tidak ada manusia yang mengetahui pasti apakah dosanya sudah diampuni atau belum. Namun, kita hanya perlu yakin bahwa Allah akan mengampuni dosa hambanya yang meminta ampunan. Selain itu, diperlukan juga usaha untuk membuktikan kesungguhan kita dalam mengharap ampunan kepada Allah. Misalnya dengan melakukan beberapa hal berikut ini:
Melakukan Amal Baik
Beramal baik adalah salah satu cara mengharap ampunan dari Allah dan menabung pahala. Setelah melakukan taubat, maka buktikan keseriusan kita dalam mengharap ampunan Allah dengan melakukan berbagai kebaikan dan amalan yang disenangi oleh Allah.
Berdoa Memohon Ampunan Allah
Meskipun Allah adalah Zat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, berdoa tetap diperlukan untuk mengungkapkan kebutuhan kita kepada Allah. Berdoa merupakan intisari dari setiap ibadah dan merupakan bentuk penghambaan kepada Allah.
Dalam berdoa memohon ampun dari Allah, sebaiknya Anda mendahulukan permohonan ampun untuk diri sendiri dan kemudian kepada saudara-saudara dan juga umat islam secara keseluruhan. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang berdoa dan memohon ampunan kepada Allah secara langsung. Apalagi jika kita melakukan doa pada waktu-waktu diijabahnya setiap doa.
Meningkatkan Peluang Amal Jariyah
Amal jariyah adalah amalan yang pahalanya tidak terputus meskipun seseorang meninggal dunia. Ada tiga jenis amal jariyah, yaitu doa anak yang sholeh atau sholehah, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang terus menerus. Dengan mengambil peluang ini, maka Anda tetap bisa mendapatkan pahala dan juga membantu menggugurkan dosa-dosa yang dilakukan semasa hidup.
Taubat dan Istighfar
Taubat merupakan salah satu cara terhindar terhadap azab Allah. Namun, taubat yang dimaksud adalah taubat nasuha atau sebenar-benar taubat yang dilakukan oleh seseorang. Selain meminta doa pengampunan, taubat nasuha juga diiringi dengan kesungguhan dan keikhlasan hati serta tekad yang kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi.
Orang yang melakukan taubat nasuha biasanya juga tidak berhenti melakukan istighfar. Dengan istighfar, dosa-dosa yang dilakukan bisa gugur dan diampuni oleh Allah. Istighfar dan taubat nasuha harus dijalankan secara beriringan.
Meskipun setiap dosa pasti akan diampuni oleh Allah. Tentu saja sebagai seorang muslim, kita juga harus bertekad untuk tidak melakukan dosa sebisa mungkin. Baik dosa kecil maupun dosa besar. Sebab, dosa kecil yang ditumpuk pun juga dapat memberatkan timbangan dosa di hari akhir nanti.