Menulis adalah perjalanan panjang. Bukan hanya sebatas merangkai kata demi kata dan selesai di satu halaman saja.
Betul bahwa tulisan adalah kumpulan dari kata. Mari kita coba bedah.
Huruf > kata > frasa > kalimat > paragraf > halaman > judul > bab > buku > ???
Sekilas, itulah rangkaian pengembangannya. Memulai dari sederhana, dikembangkan menjadi suatu hal yang bermakna. Mengembangkan kata menjadi cerita.
Menulis buku adalah impian bagi banyak penulis. Apakah semua orang bisa menulis buku? Sebenarnya bisa-bisa saja. Tapi tidak semua orang mau untuk menulis buku. Tapi sebelum jauh menulis buku, mari kita sederhanakan targetnya. Apa itu? Menulis 1 judul saja. Kita batasi 1 judul tulisan dengan 2 halaman misalkan.
Jika diberikan sebuah tema dan diperintahkan untuk menulis, apa yang biasanya Anda lakukan? Langsung menulis bebas? Bisa jadi itu efektif. Tapi bisa jadi, hasil tulisannya amburadul. Tidak terarah dan pembaca bingung, tidak tahu apa pesan utama yang ingin disampaikan? Lalu bagaimana solusinya? Gunakan dua cara sederhana ini. Metode elips dan outline.
Metode elips dan outline adalah alat bantu yang bisa digunakan untuk mengembangkan tulisan. Jauh lebih baik jika dua-duanya digunakan secara berkelanjutan. Mari kita jelaskan satu per satu.
Metode Elips
- Coba gambarkan elips besar di tengah kertas. Tuliskan tema tulisan dalam elips tersebut.
- Gambar elips-elips kecil lain di sekitar elips besar. Tuliskan hal apa pun yang berkaitan dengan tema utama. Tuangkan ide secara liar yang dirasa relevan dengan tema utama. Jangan batasi apakah kelak bagus atau tidak.
- Jika dirasa sudah cukup, selesaikan.
Gambar di atas adalah contoh metode elips dengan tema utama Mengajar dengan Bahagia. 7 elips kecil adalah beberapa kata kunci yang bisa dijadikan bahan untuk diolah menjadi tulisan.
“Lah, idenya jadi berantakan dong?”
Betul, berantakan. Karena fokus utama dari metode elips adalah menuangkan sebanyak mungkin ide dari pikiran sehingga terlihat jelas oleh mata.
Outline
- Ide yang berantakan dari metode elips jadikan sebagai bahan utama
- Tentukan pembuka, isi, dan penutup dari tulisan dengan menggunakan kata kunci metode elips
- Pilih mana saja yang dirasa relevan. Tidak harus semua kata dari metode elips digunakan.
Berbeda dengan metode elips. Jika metode elips fokus utamanya adalah menuangkan ide liar sebanyak mungkin, outline fokus utamanya adalah menyusun tulisan dari awal sampai akhir. Susun sedetail mungkin. Tujuannya adalah untuk memperjelas peta tulisan agar terselesaikan.
Contoh:
Pembuka:
Mengajar dengan bahagia adalah kunci agar suasana kelas tidak membosankan
Isi:
Apa saja yang bisa dilakukan agar bisa mengajar dengan bahagia? Beberapa caranya adalah mengawali dengan semangat pagi, menjelaskan tujuan belajar dan ditutup dengan kutopan motivasi.
Penutup:
Mengajar dengan bahagia adalah sebuah keharusan agar guru bisa dicintai oleh murid. Tutup dengan kutipan motivasi yang relevan.
Dua metode ini punya tujuan yang berbeda dan saling melengkapi. Tapi yang namanya alat bantu, ya batasi sebagai alat bantu saja. Jika membantu, maka gunakan. Jika dirasa tidak cocok, maka tidak usah dipaksakan. Karena setiap orang pasti punya caranya tersendiri untuk melakukan suatu hal. Bukankah ada banyak jalan untuk menuju sebuah tujuan?
Metode elips dan outline adalah alat bantu untuk mengembangkan tulisan. Apakah Anda punya ide lain?
