Adzan merupakan sebuah panggilan salat bagi seluruh umat Islam. Adzan juga merupakan sebuah ibadah, tanpa kumandang adzan mungkin masjid akan sepi dari jamaah. Dengan adzan, seseorang yang tadinya tidak dapat mengetahui waktu salat, menjadi tahu. Seseorang yang tadinya sedang disibukkan dengan kegiatan tertentu, saat mendengar adzan, mungkin akan menyudahi kegiatannya dan melangkahkan kaki menuju masjid untuk melaksanakan salat.
Adakah lagu lain yang semerdu adzan? Adakah lagu lain yang mampu menandingi nilai magis dan spiritual adzan? Adakah lagu lain yang mampu menghentikan kesibukan seseorang? Tentunya tidak ada, dan bukan hanya umat Islam yang mengakuinya, bahkan sebagian dari non muslim pun menghargai dan mengakui keindahan dari suara merdu adzan.
Dengan berbagai kelebihan-kelebihan adzan tersebut, tentu sangat layak jika orang-orang yang mengumandangkannya dijanjikan hal-hal yang begitu berharga. Bahkan Rasulullah Saw memberikan janji-janji yang sangat manis kepada seorang muadzin dalam beberapa hadistnya.
<h2>Pertama, pahala orang yang mengumandangkan adzan begitu besar.
Rasulullah Saw pernah menyebutkan, jika semua orang mengetahui besarnya pahala mengumandangkan adzan, niscaya mereka akan berebut agar dapat jatah mengumandangkan adzan meskipun dengan berbagai cara. Hal ini disebutkan Imam Bukhari dan Muslim dalam sebuah hadis:
Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian.
(HR. Bukhari dan Muslim)
<h2>Kedua, dijanjikan ampunan oleh Allah SWT.
Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzannya memohonkan ampunan untuknya.
(HR. Ahmad)
<h2>Ketiga, seluruh benda yang mendengar adzan siap menjadi saksi bagi seorang muadzin di hari kiamat nanti.
Tidaklah adzan didengar oleh jin, manusia, batu dan pohon kecuali mereka akan bersaksi untuknya.
(HR. Abu Ya’la)
<h2>Keempat, Rasulullah Saw mendoakan seluruh orang yang mengumandangkan adzan.
Semoga Allah meluruskan para imam dan mengampuni para muadzin.
(HR. Ibnu Hibban)
<h2>Kelima, pahala orang yang adzan seperti pahala orang yang salat.
Bagaimana tidak, tanpa muadzin, orang tidak akan mengerti bahwa waktu shalat telah masuk atau tidak. Saat tidak mengerti waktu shalat, ia tentu tidak akan melaksanakan shalat.
Muadzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang shalat bersamanya
(HR. An Nasa’i)
<h2>Keenam, Allah Swt menjanjikan bahwa seorang muadzin adalah orang yang dapat dipercaya.
Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah muadzin.
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
<h2>Ketujuh, dibanggakan Allah di depan para malaikat.
Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan adzan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hambaKu ini, dia mengumandangkan adzan dan beriqamat untuk shalat, dia takut kepadaKu. Aku telah mengampuni hambaKu dan memasukkannya ke dalam surge.
(HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)
Kedelapan, muadzin tidak akan tenggelam oleh keringat pada saat hari kiamat, karena dia dipanjangkan lehernya oleh Allah SWT.
Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada hari kiamat.
(HR. Muslim)
Beberapa ulama memaknai leher panjang ini sebagai sebuah majaz. Ibnu Arabi yang mengatakan bahwa Mereka adalah orang yang paling banyak amalnya. Sedangkan Imam Qadhi Iyadh berpendapat bahwa yang dimaksud hadis tersebut adalah orang yang senantiasa mengumandangkan adzan, akan cepat dimasukkan oleh Allah SWT kedalam surganya.
Kesembilan, Muadzin dijanjikan oleh Allah Swt akan dimasukkan ke dalam surge-Nya.
Hal ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasai dalam sebuah hadist dari jalur Abu Hurairah:
Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan adzan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga’.
(HR. An Nasa’i)
Demikianlah keutamaan dari seorang Muadzin. Dari keutamaan-keutamaan di atas tentu tidak akan ada satu lagupun yang dapat menandinginya di sisi Allah SWT.