Seberapa penting mengikuti kajian bagi seorang yang beriman?
Kita sering melupakan hal mendasar dalam kebutuhan manusia. Mungkin selama ini kita selalu diarahkan dengan cara pikir duniawi saja. Misalkan kebutuhan dasar manusia yang sering disebut kebutuhan primer. Sandang, pangan, dan papan adalah 3 kebutuhan pokok manusia. Benarkah itu kebutuhan pokok manusia?
Sebagai Muslim, cara pikir kita harusnya bisa lebih jauh ke depan. Bukan hanya lebih jauh, tapi juga berhati-hati dengan pemikiran sekuler yang mungkin muncul tanpa sadar. Tentu kita tidak menafikan bahwa sandang, pangan, dan papan adalah penting bagi seorang manusia. Tapi ada yang jauh lebih penting. Apa itu? Iman.
Iman adalah hal penting yang seringkali kita abaikan untuk disyukuri. Coba tanyakan jujur pada diri, adakah kita mensyukuri iman yang masih Allah berikan di hari ini? Ya hari ini, saat membaca tulisan ini? Mungkin bukan hari ini. Bagaimana jika pertanyaannya diganti. Pernahkah kita mensyukuri iman yang Allah berikan hingga saat ini? Dari awal hidup hingga saat ini, pernahkah kita mensyukuri iman dengan sadar? Jika iya, bagaimana caranya? Pernahkah kita berucap dengan lirih sadar dalam doa:
Ya Allah, terima kasih banyak karena hari ini Engkau masih berikan aku nikmat iman dan nikmat Islam. Hingga hari ini pun Engkau masih izinkan aku untuk shalat dan berdzikir pada-Mu. Hingga hari ini dan sampai nyawa ini dicabut dari tubuh ini, aku mohon kepada-Mu agar iman tertanam kuat dalam hati ini.
Tentu tidak harus persis sama secara redaksional. Intinya adalah, pernahkah kita bersyukur secara sadar atas iman yang masih Allah berikan?
Iman adalah kebutuhan dasar seorang Muslim. Karena dengan iman pula kelak kita akan dipertemukan dengan Allah di surga. Maka penting bagi kita untuk menjaga iman dan meningkatkan kualitas iman. Apa cara yang harus dilakukan? Kajian adalah salah satunya.
Di tulisan 3 Amalan Sederhana yang Bermanfaat Luas sudah disampaikan, salah satunya adalah menulis review kajian.
Menulis review kajian adalah usaha satu tingkat di atas mendengar kajian. Bisa jadi dalam sehari, bagi sebagian orang sulit untuk mendengar kajian utuh dalam durasi puluhan menit. Tapi bagaimana dengan sekali sepekan? Bahkan laki-laki pun pasti mudah baginya untuk mendengar kajian sekali dalam sepekan karena adanya kewajiban shalat Jumat. Bukankah khutbah Jumat yang didengar dengan sadar adalah kajian. Hanya saja tidak sedikit laki-laki yang tertidur saat khutbah Jumat. Semoga itu bukan kita.
Maka tulislah kembali apa yang kita dengarkan dalam kajian tersebut. Tuliskan insight apa yang dirasa begitu kesan dalam beberapa paragraf. Membiasakan menulis review kajian ini tentunya ada manfaat. Beberapa di antaranya adalah:
- Semakin paham dengan apa yang dicatat
- Mengingat apa yang disampaikan sehingga bisa mengulang saat lupa
- Berpeluang untuk menyebarkannya dan orang lain pun mendapat manfaat juga
Review kajian ini banyak dilakukan oleh para pengguna social media. Instagram @InsightKajian adalah salah satu akun yang pernah melakukannya.
Dalam kondisi pandemi seperti sekararang ini, mungkin sulit bagi kita untuk menghadiri kajian secara offline. Tapi tidak sedikit asatidz yang mengadakan kajian dalam bentuk streaming via aplikasi Zoom, Google Meet, Instagram, Facebook, dan Youtube. Pun jika rasanya sulit untuk hadir secara live, bukankah masih bisa menonton ulang rekaman kajiannya?
Kita hanya perlu untuk jujur pada diri sendiri, seberapa penting iman dan ilmu dalam hidup kita. Jika benar penting, maka tentu kita akan mencari cara untuk menjaga dan meningkatkannya. Maka mendengar dan menuliskan ulang kajian adalah cara sekaligus bukti kita.