Menjaga prasangka tetap baik kadangkala bisa menjadi hal yang sulit. Apalagi kalau ada banyak hal sulit yang datang ke kehidupan. Bukan hanya menjaga prasangka baik pada manusia saja, tapi juga kepada Allah. Dikatakan bahwa salah satu ciri orang yang beriman adalah selalu berprasangka baik kepada Allah dan menemukan hikmah di balik setiap ujian.
Lalu, apa urgensi dari prasangka baik dan apa dampaknya kepada diri kita? Ada 4 alasan mengapa setiap hamba wajib berprasangka baik kepada Allah, yaitu:
Berprasangka Baik Kepada Allah Memberikan Manfaat Untuk Diri Sendiri
Dalam salah satu hadits riwayat Bukhari dikatakan bahwa “Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, jika ia berprasangka baik terhadapKu, maka baginya kebaikan, maka jangan berprasangka terhadap Allah kecuali kebaikan!”
Dengan berprasangka baik kepada Allah, maka kita percaya setiap kehilangan yang hadir adalah karena Allah ingin memberikan pengganti yang lebih baik. Hal ini juga akan memudahkan kita untuk bersikap ikhlas terhadap segala hal yang terjadi. Dengan begitu, kita akan menyalurkan energi kepada hal-hal yang lebih produktif dibandingkan sekedar menyesali apa yang sudah terjadi.
Prasangka Baik Kepada Allah Sebagai Ibadah Terbaik
Sesungguhnya berprasangka baik pada Allah adalah termasuk sebaik – baiknya ibadah.
(HR. Abu Daud)
Seseorang yang melaksanakan shalat 5 waktu, puasa ramadhan, qurban, wakaf, zakat, sedekah, dan berbagai amalan baik lainnya seharusnya juga memiliki kemampuan untuk selalu berprasangka baik kepada Allah. Khususnya pada saat ia ditimpa musibah. Karena pada saat itulah keimanan seseorang benar-benar diuji. Apakah ibadahnya ikhlas atau tidak.
Selain itu, apakah mungkin Allah mengabaikan dan tidak berbuat adil terhadap hambaNya sementara Allah adalah zat yang Maha Adil? Selain itu, Allah juga tidak memiliki kepentingan dan kebutuhan apapun terhadap hambaNya. Karena itu, sungguh merugi orang yang tidak mampu menjaga prasangka baiknya kepada Allah dan segala takdir yang menjadi ketetapan Allah.
Seorang Hamba Tidak Lebih Tahu dari Allah Tentang Apa Yang Baik Untuknya
Allah adalah Tuhan yang mengetahui segala hal. Termasuk masa depan yang dimiliki oleh seorang hamba. Karena itu, tidak perlu mendahului Allah dalam memprediksi masa depan. Apa yang hari ini menurut kita buruk, belum tentu menurut Allah juga buruk. Begitu pula sebaliknya.
Manusia tidak memiliki kemampuan untuk tahu kejadian yang akan datang. Bisa jadi, hal yang kita alami hari ini baru kita sadari hikmahnya bertahun-tahun kemudian. Karena itu, menjaga prasangka baik kepada ketetapan Allah adalah hal yang perlu dimiliki oleh setiap muslim.
Jangan Sampai Meninggal Dalam Kondisi Meragukan Allah
“Janganlah salah satu dari kalian mati, kecuali dalam keadaan berprasangka baik terhadap Allah”
(HR. Muslim)
Hadits tersebut adalah pesan cinta dari Rasulullah kepada umatnya. Tidak ada yang tahu kapan seseorang akan meninggal dunia. Karena itu, menjaga prasangka baik kepada Allah sepanjang waktu adalah hal yang mesti diusahakan oleh seorang muslim. Dengan begitu, ia dapat meninggal dalam kondisi menjaga prasangkanya terhadap Allah tetap baik hingga akhir usianya.
Tentu saja menjaga prasangka baik kepada Allah bisa menjadi hal yang sulit pada waktu – waktu tertentu. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita meminta kekuatan kepada Allah agar bisa selalu berprasangka baik terhadap-Nya.