Komunikasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Komunikasi pula yang menjadi kunci agar seseorang mengetahui apa yang orang lain sampaikan.

Komunikasi ada banyak cara tentunya. Ada komunikasi lisan dan tulisan. Ada juga komunikasi gaya bahasa tubuh. Tanpa berkata-kata, hanya menunjuk suatu hal saja. Bagi sebagian lain, mungkin akan mengerti apa maksudnya. Bagi sebagian yang lainnya, dia masih bertanya-tanya, apa yang dimaksud.

Setidaknya ada empat elemen utama dalam komunikasi. Penyampai pesan, pesan, media, dan penerima pesan. Contoh dalam kehidupan di sekolah.

Penyampai pesan: guru

Pesan: pelajaran yang akan diberikan

Media: papan tulis, visual dari infocus

Penerima pesan: siswa di dalam kelas

Empat elemen ini harus ada agar informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.

Seperti yang disebutkan di awal bahwa cara komunikasi ada banyak. Ada yang hanya memberitahu apa yang ada di materi, membaca ulang apa yang di dalam buku, menjelaskan dalam bentuk presentasi, dan berbagai cara lainnya. Cara berkomunikasi ini kelak akan menentukan apakah yang disampaikan akan diterima dengan baik atau tidak. Salah satu teknik komunikasi yang mudah dipahami adalah story telling.

Story telling jika diartikan secara sederhana adalah memberikan cerita, berkisah atas suatu cerita. Penyampaian yang dibawakan mengalir. Tidak harus kaku berdasarkan apa yang ada di dalam buku.

Kenapa story telling menarik? Dengan story telling, pendengar akan lebih mudah mengingat, memahami, dan menarik perhatiannya.

Misalkan, saat memulai materi tertentu, seorang guru memulai dengan:

“Saya teringat dengan beberapa hari yang lalu saat …”

Memulai dengan pembawaan berkisah seperti hal tersebut tentu akan lebih menarik dibandingkan permulaan dengan:

“Silakan anak-anak buka halaman 89. Kita akan belajar tentang …”

Selain lebih menarik, siswa juga akan lebih mudah mengingat apa yang disampaikan karena disampaikan dengan sederhana dan dekat dengan kehidupannya. Lebih mudah dipahami.

Ada banyak teknik dari story telling. Beberapa yang populer adalah:

Monomyth

Menyampaikan kisah perjalanan seperti halnya seorang pahlawan. Tentu tidak harus pahlawan fiksi. Intinya adalah tentang kisah perjalanan yang inspiratif.

Sparklines

Alur kisah yang dimulai dengan apa yang terjadi, harapan yang diingingkan dan langkah apa yang harus dilakukan.

Start false

Memulai kisah dengan kesalahan atau kegagalan, lalu berlanjut dengan solusi yang berhasil ditemukan.

Story telling memang cara yang menarik untuk menyampaikan suatu hal. Tidak mudah karena bisa jadi kita belum terbiasa melakukannya. Maka memperbanyak referensi dan latihan adalah kunci agar story telling berjalan dengan lancar. Apabila minim referensi, maka kisah yang disampaikan hanya itu-itu saja. Pendengar akan bosan. Sedangkan apabila minim latihan, kisah akan tersampaikan dengan gagap dan terpotong-terpotong. Tidak lancar dan pendengar akan merasa tidak nyaman.

Ohya, story telling bukan sebatas mendongeng ya. Mendongeng memang disampaikan dengan story telling. Tapi story telling bukan mendongeng. Mendongeng adalah bagiannya, story telling adalah cara menyampaikan.

Selamat mencoba ya.

Share This

Share This

Share this post with your friends!