Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan atau dosa. Baik dosa kecil ataupun dosa besar. Hal ini berarti, seorang manusia memang merupakan makhluk yang lemah karena seringkali tergoda untuk melakukan dosa. Karena itu, bertaubat adalah salah satu kewajiban yang harus dijalani oleh setiap muslim.
Taubat sendiri memiliki arti kembali. Sesuai dengan hal itu, bertaubat pada dasarnya memiliki arti kembali dari hal-hal yang tidak sesuai syariat kepada hal-hal yang sesuai syariat. Atau dari perbuatan dosa kembali kepada ibadah.
Meskipun bertaubat adalah kewajiban setiap hamba, namun Allah berjanji akan menghapus dosa orang yang melakukan taubat. Selama taubatnya benar dan diniatkan murni untuk Allah.
Syarat Melakukan Taubat
Setiap orang yang menyadari bahwa dirinya memiliki dosa pasti memiliki keinginan untuk taubat. Namun, beberapa di antaranya tidak memahami atau mengetahui bagaimana cara taubat dan apa saja syarat yang harus dipenuhi agar sebuah taubat bisa diterima oleh Allah.
Mendapatkan pengampunan dari Allah sebenarnya bukan hal yang sulit karena Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Namun, sebagai hamba tentu saja kita perlu membuktikan keseriusan dalam bertaubat. Yaitu dengan menyudahi segala perbuatan dosa, menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan, dan memiliki itikad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut lagi.
Tiga syarat tersebut wajib dilakukan jika Anda melakukan dosa kepada Allah. Namun, jika dosa yang dilakukan mencakup manusia, maka syaratnya bertambah satu lagi. Yaitu dengan mengembalikan apa yang menjadi hak mereka dan meminta ridha atau maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan. Tanpa syarat tersebut, maka taubat tidak akan diterima.
Bentuk dan Macam Taubat
Menurut Ibnu Atha’, ada dua macam taubat yang dilakukan oleh seorang hamba. Yaitu Taubat Inabah dan Taubat Istijabah. Taubat inabah dilakukan oleh seorang hamba karena rasa takutnya terhadap siksaan Allah. Sedangkan taubat istijabah dilakukan karena rasa malu yang muncul dalam diri seorang hamba atas kemurahan dan rahmat yang Allah berikan kepadanya.
Selain itu, dalam salah satu riwayat dari Ali ra, dikatakan bahwa ada enam bentuk taubat, yaitu:
- Menyesali dosa yang ada di masa lalu
- Melakukan serta menambal kewajiban yang pernah ditinggalkan
- Mengembalikan hak yang diambil secara zalim
- Meluluhkan nafsu dalam ketaatan, sebagaimana memelihara kemaksiatan
- Memaksa nafsu menelan pahitnya ketaatan, seperti ia memberi manisnya kemaksiatan
- Menangis sebagai ganti tawa yang pernah dilakukan
Apa Itu Taubat Nasuha?
Bicara tentang taubat tentu saja sudah familiar dengan istilah taubat nasuha. Taubat ini merupakan salah satu taubat yang tertinggi. Bahkan dikatakan dalam salah satu hadits bahwa orang yang melakukan taubat nasuha seperti orang-orang yang tidak memiliki dosa.
Lalu bagaimana taubat nasuha itu sendiri?
Taubat nasuha dilakukan oleh seseorang atas dasar taubat yang tulus dari hati. Selain itu, taubat ini juga dilakukan dengan kesungguhan yang nyata. Karena itu, dalam perilakunya pun juga akan tercermin. Baik dari penampilannya, pergaulannya, hingga aktivitasnya sehari-hari.
Itulah hal-hal mengenai taubat yang diterima oleh Allah. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Karena Allah adalah sebaik-baik Penerima Taubat.