Setiap pengajaran dalam islam pada dasarnya mengarahkan setiap manusia menjadi pribadi muslim. Hal ini tidak hanya terbatas pada perilaku ibadah saja. Tapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan setiap muslim. Untuk menjaga hal ini, maka cara pandang yang benar adalah sesuatu yang penting.
Cara pandang seseorang akan suatu hal merupakan dasar bagaimana orang tersebut bertindak, bersikap, dan berperilaku. Dari cara pandang ini pula perbuatan seseorang bisa terhitung sebagai ibadah atau bukan di mata Allah. Dengan memiliki cara pandang yang benar, maka seorang muslim mampu menjaga kemurnian ajaran Islam yang dipeluknya.
Agama Islam merupakan agama yang spesial. Begitu juga dengan cara pandang seorang muslim akan hakikat alam semesta, manusia, dan juga kehidupan. Cara pandang ini berangkat dari fondasi aqidah yang didapat dari ayat Al-Qur’an dan hadits sebagai petunjuk.
Lalu bagaimana agar seorang muslim bisa memiliki cara pandang yang benar akan segala sesuatu?
1. Seorang muslim harus mau men-shibghah dirinya secara totalitas
Untuk memahami cara pandang Islam yang benar, maka seorang muslim harus menshibghah dirinya secara totalitas. Mulai dari pola pikir hingga gerak dan langkahnya. Menjaga kemurnian pemahaman Islam adalah sesuatu yang amat dijaga oleh Nabi Muhammad. Bahkan begitu pula beliau mendidik para sahabatnya.
Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah marah pada Umar bin Khathab karena memegang lembaran Taurat. Kemudian, beliau berkata,
Apakah engkau masih ragu wahai Ibnul Khatthab? Bukankah aku telah membawa agama yang putih bersih? Sekiranya saudaraku Musa (‘alaihis salam) hidup sekarang ini maka tidak ada keluasan baginya kecuali mengikuti (syariat)ku.
(HR. Ahmad, Ad-Darimi dan lainnya).
2. Menjadikan akl-Qur’an sebagai satu-satunya sumber dan landasan
Jika Anda ingin memahami cara pandang Islam yang benar, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menjadikan al-Qur’an sebagai satu – satunya sumber danlandasan kehidupan. Setiap ajaran dalam al-Qur’an merupakan ajaran yang baik dan telah mengubah segala bentuk kejahiliyahan di masa sebelum Islam menjadi lebih baik.
Dengan kehadiran al-Qur’an, maka lingkungan, kebiasaan, adat, wawasan, ideologi, dan pergaulan yang telah ada sebelumnya diubah menjadi lebih baik. Memahami cara pandang Islam dengan mencarinya di luar al-Qur’an merupakan bentuk kekeliruan yang sangat jelas.
Karena bagaimana mungkin seseorang bisa mengetahui cara pandang Islam jika orang tersebut tidak mempelajari Islam dari sumbernya?
3. Memandang setiap aspek kehidupan berdasarkan nilai – nilai Islam
Cara pandang Islam baru akan didapat oleh seseorang jika orang tersebut mempelajari dan memperluas pemahamannya tentang wawasan keislaman. Termasuk di dalamnya perkara aqidah, ibadah, syariah, akhlak, dan seluruh wawasan keislaman lainnya.
Bersama dengan itu, seorang muslim juga harus memiliki wawasan terkini terkait ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan juga budaya masyarakat dunia. Pemahaman ini akan semakin ideal jika seorang muslim juga memiliki wawasan dalam bidang spesialisasi tertentu seperti kedokteran, pendidikan, militer, ekonomi, dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, cara pandang Islam adalah sesuatu yang berkembang. Hal tersebut bisa didapatkan jika seorang muslim menjadi pribadi yang berwawasan dan terus meningkatkan kualitas dirinya. Untuk mencapai hal ini, tentu saja diperlukan proses panjang yang bahkan bisa sepanjang usia seseorang.