Sebagai manusia, dalam hidup kita pasti tak luput dari yang namanya musibah. Baik itu musibah kecil maupun musibah besar. Lantaran karena kita memang sebagai makhluk yang lemah yang tak pernah luput dari berbagai musibah. Namun dalam menghadapi musibah yang datang, Rasulullah SAW pun juga sudah mengajarkan kita bagaimana sikap yang harus kita lakukan dalam menghadapi musibah yang datang.

Saat tertimpa musibah, kita sering kali mendengar istilah kata Takziah. Takziah adalah salah satu kewajiban seorang muslim terhadap orang yang meninggal. Bahkan, Rasulullah Saw menyebutnya sebagai salah satu hak bagi orang yang meninggal dunia. Artinya, ketika ada seseorang yang meninggal dunia, jenazah tersebut masih memiliki hak untuk mendapat penghormatan dari orang yang masih hidup.

Secara bahasa takziah artinya menguatkan. Sedangkan secara istilah adalah menganjurkan seseorang untuk bersabar atas beban musibah yang menimpanya, mengingatkan dosanya meratap, mendoakan ampunan bagi mayit dan dari orang yang tertimpa musibah dari pedihnya musibah.

Imam al Khirasyi mengistilahkan Takziah dengan:

Menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah, sekaligus mendoakan mereka dan mayatnya.

Takziah ialah salah satu akhlak muslim terhadap orang yang sedang mendapatkan musibah. Pelaksanaan takziah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dimakamkan. Dengan maksud untuk membantu mengurus atau paling tidak mensholatkan dan mengantar jenazah ke makam.

Dari pengertian diatas dapat diperkuat dari hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘Alaih. Sebagaimana nabi bersabda:

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Siapa yang menghadiri jenazah hingga melayatkan jenazah itu, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang menghadiri jenazah hingga sampai dikubur, maka baginya pahala dua qirath’. Ditanyakan, ‘ Apakah dua qirath itu?’ Nabi menjawab (yaitu) seperti dua buah gunung besar

Oleh karenanya sungguh betapa besar pahala orang yang bertaziyah dan hal ini sangat dianjurkan dalam agama islam. Jikasalah seorang diantara kita mendengar kematian sesama muslim maka hendaklah kita segera melakukan takziah, ikut melayatkan dan mengantarkan sampai di pemakaman.

Ketika kita ingin melaksanakan takziah, alangkah baiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu adab-adab dalam bertakziah. Yaitu antara lain:

  1. Adab takziah yang pertama dilakukan dengan ikhlas untuk mengharapkan ridha Allah SWT.
  2. Mengucapkan Innalillahi. Mengucapkan: “Innalilla-hi wa inna-ilaihi ra-ji’u-n (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali)” ”, seraya berdoa: “Alla-humma ajurni- fimushi-bati-wa akhlif li-khairan minhaa (Ya Allah, berilah aku pahala karena musibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya).
  3. Berpakaian sopan dan menutup auratBertingkah laku dan berperilaku sopan
  4. Memberi bantuan kepada keluarga jenazah, baik bantuan moril maupun material
  5. Memberikan nasihat kepada keluarga jenazah agar tabah, sabar dan meningkatkan iman kepada Allah SWT
  6. Ikut mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman untuk menyaksikan penguburannya
  7. Mengikuti salat jenazah dan mendoakannya agar mendapatkan ampunan dari allah dari segala dosanya. Telah bersabda Rasulullah SAW,

Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut mensalatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath”. Ditanyakan kepada beliau: “Apa yang dimaksud dengan dua qirath?” Beliau menjawab: “Seperti dua gunung yang besar
[HR. Al-Bukhari nomor 1240 dan Muslim nomor 1570, dengan lafal al-Bukhari].

Hadits di atas menunjukkan anjuran melayat dilakukan sampai dengan dikuburkannya jenazah. Hal ini menunjukkan dibenarkannya melayat sejak jenazah masih ada di rumah ahli musibah.

Demikianlah adab-adab dalam bertakziah, semoga senantiasa dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Share This

Share This

Share this post with your friends!