Di bulan Ramadan, ada banyak sekali istilah khas yang biasanya tidak digunakan di waktu lainnya. Salah satunya adalah ngabuburit. Sebenarnya apa sih arti ngabuburit?

Kata dasar dari ngabuburit adalah “burit” yang berasal dari bahasa Sunda, artinya sore. Ketika diberi imbuhan menjadi ngabuburit, artinya melakukan kegiatan di sore hari. Dalam konteks Ramadhan, ngabuburit juga bisa diartikan dengan melakukan kegiataan menjelang adzan magrib dan berbuka puasa.

Ada banyak akitvitas rutin yang dilakukan masyarakat saat ngabuburit. Pada umumnya adalah persiapan untuk berbuka puasa seperti memasak, membeli makanan berbuka puasa, hingga jalan-jalan sore.

Memang ada banyak kegiatan yang tidak bisa digantikan saat seseorang melakukan ngabuburit. Misalkan bagi seorang ibu yang memasak untuk keluarganya. Pasti itulah aktivitas utamanya. Sebagian yang lainnya, punya banyak kekosongan waktu di sore hari sehingga ngabuburitnya hanya sekedar melewati saja. Padahal ada banyak hal produktif yang bisa dilakukan. Apa saja?

1. Mendengar Kajian

Salah satu agaenda penting bagi umat Muslim sepanjang Ramadan ini, yaitu menambah ilmu melalui kajian. Beruntung jika bisa hadir secara fisik. Tapi jika kondisi tidak memungkinkan, mendengar kajian melalui Youtube atau streaming dengan apilikasi lain pun juga bisa menjadi alternatif.

Bagi ibu-ibu yang memasak pun aktivitas ini bisa dilakukan secara sambilan loh. Sambil persiapan memasak untuk keluarga, juga persiapan ilmu untuk masuk surga sekeluarga.

Coba deh rutinkan. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. Banyak aktivitas yang terpaksa dilakukan #dirumahaja. Targetkan saja setiap hari satu kajian. Di akhir Ramadan, insyaallah ada banyak ilmu yang bertambah.

2. Menulis Naskah

Bagimu yang bermimpi atau sudah menjadi penulis, ngabuburit juga bisa dimanfaatkan untuk menulis. Baik itu menulis lepas atau menyicil naskah. Rutinkan saja setiap hari 30 menit hingga 1 jam. Jika dalam 1 jam bisa menulis 3 halaman, maka dalam 30 hari selama Ramadan ada 90 halaman yang bisa terselesaikan loh. Ramadan selesai, naskah juga selesai.

3. Streaming

Streaming bukan sembarang streaming. Bukan hanya menyimak, tapi memberikan panggung bagi diri sendiri untuk berbagi dan mengajak orang lain untuk berbagi bersama.

Di kondisi pandemi seperti sekarang ini, aktivitas online semakin menjamur. Salah satu alternatifnya adalah Instagram streaming. Anda bisa berbagi seputar topik yang disukai, sekedar diskusi, atau bahkan mengisi kajian sore.

4. Membaca Al-Quran

Agenda wajib selama Ramadan. Pastikan selama Ramadan bacaan kita terhadap Al-Quran semakin bertambah. Misalkan jika sebelum Ramadan hanya 10 halaman per hari, selama Ramadan naikkan menjadi dua kali lipat. 20 halaman berarti 1 juz. Maka one day one juz bisa tercapai. Bagi Anda yang sudah terbiasa one day one juz, tingkatkan lagi. Misalkan one day two juz. Semoga dengan semakin sering kita berinteraksi dengan Al-Quran, semakin cinta pula kita dengan Al-Quran

5. Berdoa

Berdoa kok tips produktif?

Tentu saja produktif. Karena berdoa harusnya menjadi kegiatan yang aktif, bukan pasif. Bukan hanya meminta kepada Allah, tapi juga merasakan kehadiran Allah. Jangan diartikan secara harfiah ya. Apalagi menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi,
(HR. Tirmidzi).

Yuk berdoa yang sebenar-benarnya berdoa. Berdoa yang aktif, bukan hanya pasif. Ada tips ngabuburit produktif lain?

Share This

Share This

Share this post with your friends!