Sebagian besar orang memahami amanah sebagai kemampuan menjaga barang titipan dan mengembalikannya dengan sempurna. Padahal, definisi amanah pada hakikatnya tidak sebesar itu. Setiap manusia pada dasarnya memiliki amanahnya masing – masing. Baik amanah dalam menjalankan kewajiban agama, amanah dari manusia berupa tanggung jawab, termasuk juga amanah berupa titipan harta.

Amanah bukanlah sesuatu yang ringan. Namun wajib dimiliki oleh setiap hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Bahkan orang yang mendurhakai amanah akan disebut sebagai orang yang munafik. Beratnya amanah sebenarnya sebanding dengan keutamaan yang didapat jika seseorang bersikap amanah, di antara keutamaan tersebut adalah:

1. Jalan menuju kesuksesan

Dalam surat al-Mu’minuun ayat 8 Allah mengatakan bahwa orang – orang yang menjaga amanah merupakan salah satu golongan umat manusia yang beruntung atau sukses. Keberuntungan dan kesuksesan yang dijanjikan Allah tentu saja tidak hanya terbatas pada keberuntungan di dunia saja. Tapi juga keberuntungan dan kesuksesan di akhirat.

2. Merupakan sifat hamba yang mulia

Setiap nabi dan rasul yang diutus Allah memiliki sifat amanah dalam dirinya. Dalam surat Asy-Syuara diceritakan bahwa Nabi Nuh alaihissalam pernah mengatakan,

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.
(QS. Asy-Syuara: 107)

Dan dalam surat lain, Nabi Hud alaihissalam juga pernah mengatakan,

Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan Aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.
(QS. Al-A’raf: 67 – 68)

Dalam ayat tersebut, keduanya menyebutkan kata kepercayaan dan terpercaya. Dua kata tersebut sama – sama menunjukkan kalau keduanya adalah orang yang mampu menjaga amanah. Dan hal tersebut bukanlah hal yang mudah, karena itulah hanya hamba yang mulia saja yang mampu menjaga amanah dengan baik.

3. Tanda keimanan seorang muslim

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa seorang muslim dan orang munafik dibedakan oleh empat hal. Yaitu berkhianat saat dipercaya, bohong saat bicara, ingkar dalam berjanji, dan jahat saat bermusuhan atau membenci. Dalam hadits lain, juga disebutkan bahwa orang yang tidak amanah dan tidak memegang janji adalah orang yang tidak memiliki iman.

Dua hadits tersebut menunjukkan bahwa sifat amanah dan kemampuan menjaga amanah adalah sesuatu yang pasti ada dalam diri seorang muslim yang beriman.

4. Kekayaan hakiki yang melebihi dunia dan seisinya

Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan,

Empat hal jika dia ada dalam dirimu, engkau tidak merugi walupun kehilangan dunia: Menjaga amanah, berkata dengan jujur, berakhlak yang mulia dan menjaga makanan (dari yang haram).
(HR. Ahmad)

5. Kompetensi penting seorang pekerja

Saat seorang pemberi kerja mencari pekerja, tentu saja kemampuan menjaga amanah merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh calon pekerja. Dengan adanya sifat amanah, maka seorang pemberi kerja akan merasa aman memberikan pekerjaan tersebut kepada seorang pekerja.

Hal ini juga diceritakan dalam kisah pertemuan Nabi Musa dengan putri Nabi Syuaib. Dimana putri Nabi Syuaib berkata kepada ayahnya tentang Nabi Musa,

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: ‘Wahai ayahku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.
(QS. Al-Qashash: 26)

Selain 5 keutamaan tersebut, tentu saja masih banyak keutamaan dan manfaat yang didapat oleh orang yang amanah. Baik yang didapat di dunia, maupun yang nantinya didapat di sisi Allah. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjaga amanah.

Share This

Share This

Share this post with your friends!