Bulan Ramadan hadir setiap tahun. “Mesin” yang selama ini berjalan seperti biasa untuk ibadah, mendadak panas tanpa ada pemanasan Hingga akhirnya, di akhir Ramadan hasil yang dapat hanya begitu-begitu. Menutup dengan bahagia di Idulfitri, tapi sebenarnya diri tidak pantas disebut menang. Bukankah Idulfitri sering disandingkan dengan kalimat selamat menyambut hari kemenangan? Lantas menang seperti apa?

Kita perlu mendefinisikan terlebih dahulu apa kemenangan yang dimaksud. Apa indikator sehingga kita layak disebut menang. Setiap dari kita pasti punya indikator masing-masing. Salah satunya yang sangat bisa gunakan adalah produktif selama Ramadan.

Pertanyaannya, bagaimana caranya produktif selama Ramadan?

1. Pasang Target

Seringkali dari kita tidak punya target selama Ramadan. Seperti hari pada umumnya, menjalani hari biasa-biasa saja. Tidak ada target harian, pekanan, termasuk bulanan. Bahkan bisa jadi tidak punya impian yang jelas ingin menjadi apa.

Ramadan adalah momen perubahan. Begitu kata sebagian orang. Bolehlah kita iyakan. Salah satu yang bisa kita ubah adalah target hidup. Yang selama ini tidak punya target, cobalah di bulan Ramadan yang hadir sebagai kesempatan emas ini dimanfaatkan untuk beribadah sebaik-baiknya.

Pasang target selama Ramadan. Contoh: sedekah tiap hari, one day one juz, tarawih tiada putus, ikut kajian online, menghafal juz 30. Atau mungkin punya target personal. Misalkan, menulis buku selama Ramadan.

2. Fokus Satu per Satu

Fokus dalam bahasa Inggris adalah focus. Focus sendiri bahkan ada kepanjangannya loh. Apa itu? Follow own course until success.

Selesaikan satu per satu, baru berpindah ke urusan lainnya. Bahkan dalam Al-Quran Surah Al-Insyirah ayat 7 disebutkan:

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

Fokus bukan berarti benar-benar hanya mengerjakan satu hal dalam satu hari ya. Misalkan hari ini hanya sedekah saja, besok hanya tilawah, besoknya lagi hanya ikut kajian. Bukan begitu maksudnya. Tetap jalani aktivitas harian. Tapi pada saat melakukan aktivitas tersebut, jangan disambil dengan kegiatan lainnya apabila membutuhkan konsentrasi. Misalkan ikut kajian online disambil dengan tilawah. Pikiran akan terpecah. Kajian tidak didapat pesan utamanya, tilawah pun tidak dirasakan dengan hati.

Selesaikan satu per satu, lalu berpindah ke aktivitas lainnya.

3. Hindari Distraksi Gadget

Gadget adalah salah satu musuh utama saat ingin melatih fokus. Sedang pengen nulis nih, tapi tiba-tiba ada pesan Whatsapp berbunyi. Alhasil konsentrasi jadi pecah. Yang awalnya nulis, malah berpindah buka Whatsapp. Niatnya pengen buka sebentar, tapi malah bablas. Bahkan saat kembali lagi menulis malah butuh energi yang lebih besar untuk merasakan “klik”.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan aplikasi Forest. Aplikasi ini akan mengunci Handphone Anda dengan hitungan waktu tertentu. Hitungan waktu tersebut akan diganti dengan pohon digital yang tertanam di lahan digital. Bahkan ada caranya juga loh sehingga bisa dikonversikan menjadi pohon di dunia nyata.

Coba saja gunakan Forest untuk meminimalisir distraksi dengan gadget. Anda akan merasakan kepuasaan tersendiri saat bisa melihat berapa waktu yang Anda capai untuk tidak menggunakan gadget. Ditambah lagi jika bisa melihat pohon yang memenuhi lahan digital Anda.

Selamat mencoba untuk lebih produktif dan semoga mencapai tujuan Ramadan yang sebenarnya ya. Apa itu? Coba buka kembali QS Al-Baqarah ayat 183 dan perhatikan ujungnya.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Share This

Share This

Share this post with your friends!