Hidup adalah panggung sandiwara. Begitulah judul dari sebuah lagu lama. Tapi benarkah begitu? Benarkah hidup yang kita jalani ini penuh dengan pangggung sandiwara dan tipu daya?
Sepertinya terlalu naif jika kita melihat segala hal dalam dunia hanyalah panggung sandiwara saja. Benar bahwasanya ada orang yang menjadikan hidup dengan penuh sandiwara. Tapi nyatanya, banyak juga orang baik yang benar-benar baik. Tulus dalam memberikan kebaikan tanpa perlu publikasi sana-sini.
Ada sebuah buku yang berjudul Tribute karya Jamil Azzaini. Buku ini mengisahkan tentang upaya untuk memberikan panggung bagi orang lain. Tentu bukan hanya sebatas panggung saja, tapi upaya kaderisasi. Bagaimana caranya menjadikan orang lain, khususnya generasi penerus lebih baik dibandingkan sosok yang mendahuluinya.
Kehidupan sekolah, belajar mengajar, bahkan hidup bermasyarakat terbuka sekali bagi kita untuk memberikan panggung dan kaderisasi. Bukankah seorang guru mengajarkan muridnya agar kelak dia menjadi generasi penerus masa depan bangsa? Bukankah kakak kelas di sekolah dan asrama punya tanggung jawab untuk mengasihi adik juniornya? Orangtua pun pasti juga menginginkan anaknya bisa lebih baik dibandingkan mereka saat ini.
Memberikan panggung bukan semata-mata hanya sekedar menyediakan kesempatan tanpa persiapan. Ada banyak langkah kongkrit yang bisa dilakukan. Setidaknya, berikut adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjadikan orang lain lebih baik.
1. Membersamai
Saat seseorang belum mengerti apa-apa, memberitahu adalah cara paling sederhana untuk mengajarkannya. Tapi cukupkah hanya sekedar memberitahu? Cukupkah hanya sekedar menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah? Hal tersebut tentu sudah benar, tapi belum cukup. Gandeng tangannya dan ajaklah berjalan bersama.
Seorang ayah kepada anak kecilnya misalkan. Anak tersebut tentu belum tahu apa-apa. Tapi dia sudah bisa diajak ke mana-mana oleh orangtuanya. Misalkan diajak ke pasar oleh ibunya sambil ibunya berceloteh untuk menambah kosa kata baru. Sang ayah pun juga bisa memberikan kebersamaan kepada anaknya. Diajak ke tempat usaha misalkan. Sambil memberikan atmosfer seorang pengusaha. Mungkin dia tidak mengerti apa-apa. Tapi setidaknya, dia tidak asing lagi dengan hal tersebut.
2. Memberikan Kesempatan
Memberikan kesempatan adalah langkah selanjutnya. Jika membersamai seseorang hanya melihat saja, memberikan kesempatan berarti mereka menyicipi kesempatan secara langsung.
Kakak kelas terhadap adik kelas misalkan. Dalam organisasi, tentu ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Kakak dan adik yang berada dalam satu organisasi yang sama bisa saling memberikan pelajaran dan kesempatan. Misalkan kakak kelas yang sudah terbiasa menjadi MC sekolah ingin menantang sekaligus memberikan kesempatan bagi adik kelas untuk merasakan langsung pengalaman tersebut. Atas apa yang dia lakukan mungkin belum sempurna. Tidak sebaik pendahulunya yang memang sudah mencoba berkali-kali. Tapi dengan hal tersebutlah dia belajar dari pengalaman. Mendapatan feedback dari kakaknya atas apa yang sudah baik dan perlu diperbaiki.
3. Memberikan Panggung
Setelah kesempatan yang diberikan pada satu dua momen, panggung adalah kesempatan yang memang sudah saatnya bagi dia untuk memimpin. Contohnya masih sama seperti kakak kelas kepada adik kelas.
Dalam organisasi sekolah, masa kepengurusan biasanya hanya bertahan satu tahun saja. Selain karena naik kelas, harapannya juga ada kesempatan yang bertukar dan berganti. Tidak selamanya kakak kelas memimpin, kelak dia pun pernah dipimpin saat menjadi adik kelas dan dipimpin saat masa-masa akhirnya di sekolah. Maka dalam masanya menjadi pengurus organisasi, fokus utamanya bukan hanya menjalanni organisasi saja. Tapi juga memberikan pelajaran dan kesempatan kepada adik kelas agar kelak saat dia memimpin panggungnya sendiri, dia bisa lebih baik dibandikan saat pendahulunya memimpin.
Membersamai, memberikan kesempatan dan memberian panggung untuk berkarya. Karena tidak selamanya kita di atas, tidak pula selamanya kita di bawah. Hidup akan terus berputar. Maka saat ada kesempatan, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Jadilah pahlawan di masanya. Siapkan pula pahlawan di masa depan dengan panggung yang disiapkan.