Akhir-akhir ini pasti kita sering mendengar banyak istilah psikologi. Anxiety, depresi, introvert, extrovert, hingga insecure. Sekilas, istilah-istilah itu dianggap semakin dekat dengan kehidupan manusia khususnya dalam kehidupan sosial. Dari lima istilah tadi, insecure dianggap menjadi persoalan yang paling sering dialami. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud insecure?

Insecure adalah perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. Seseorang yang insecure bisa saja merasa cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya, atau justru berusaha memamerkan kelebihannya. Melihat pengertiannya, insecurity tentu memberi dampak tidak baik pada kehidupan seseorang dan dapat mengakibatkan gejala gangguan psikis yang lebih jauh lagi jika tidak ditangani. Lantas bagaimana cara agar kita dapat melepaskan diri dari insecurity?

Pertama, kita perlu menanyakan kepada diri sendiri tentang rasa yang sedang timbul dan dari mana asalnya. Sangat penting untuk mengetahui latar belakang atau alasan munculnya insecurity, agar selanjutnya kita dapat menentukan sikap untuk menghadapi hal yang menjadi penyebab. Ada kalanya kita perlu mencoba untuk mengambil jarak dengan penyebab munculnya insecurity dalam diri agar tidak memperburuk kondisi kita sendiri.

Jika sudah mengetahui latar belakang atau penyebabnya, coba Tarik napas panjang sambil terus berkata pada diri sendiri bahwa kita tidak perlu membandingan diri kita dengan diri orang lain. Bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga soal kesempatan dan nikmat hidup lain yang ada pada diri orang lain. Lewat cara ini, kita harus terus berusaha menumbuhkan rasa percaya bahwa setiap manusia selalu diberi porsi dan kesempatan yang tidak sama karena dunia bukanlah tempat untuk berkompetisi hidup.

Saat kita sudah sadar tentang hal tersebut, selanjutnya kita perlu lebih percaya lagi bahwa semua yang ada dalam diri dan yang kita alami adalah nikmat yang patut disyukuri. Sekalipun kita sedang diterpa ujian, teruslah berkata pada diri sendiri bahwa ini hanyalah fase penempaan yang diberikan Allah agar kita menjadi manusia yang lebih kuat dan berguna. Kita tidak perlu merasa malu maupun tidak pantas, sebab tiap detik selanjutnya dalam hidup adalah momen kita menunggu ujian lain yang lebih besar. Jika kita diberi sebuah ujian, percayalah bahwa itu berarti Allah telah mempercayakan kita untuk dapat mengatasinya.

Tidak mudah terus menyadari tiga hal di atas. Namun, satu-satunya orang yang dapat diandalkan untuk terus berusaha ingat adalah diri kita sendiri. Semakin kita merasa tidak mampu, tidak aman, maupun tidak pantas, maka kita akan makin dekat dengan insecurity. Oleh karenanya, kita tidak boleh lelah untuk terus mengingatkan diri bahwa insecurity dapat diatasi dan tidak boleh dituruti.

Share This

Share This

Share this post with your friends!