Sebelumnya dibahas tentang bagaimana menggungah emosi lewat story telling yang mana itu adalah medium yang ampuh dalam melakukan aktivitas personal branding. Masih akan kita kaitkan dengan social media, tapi kali ini kita bahas yang lebih obyektif dan bisa dielaborasi alias dibumikan supaya tidak abstrak. Berbeda dengan story telling yang dampaknya adalah emosi (bisa senang, bisa sedih) yang mana tidak bisa diukur dan distanradkan.

Di era digital saat ini, social media tidak hanya dianggap sebuah aplikasi yang menjadi selingan yang diakses hanya ketika penat atau rehat. Semakin berevolusi, social media menjadi kantor alias tempat kerjanya para content creator. Dan untuk para profesional, social media sudah dipandang sebagai medium showcase kebisaan, kesukaan sampai ketidaksukaan. Social media menjadi sebuah kebutuhan dan karena ini adalah sebuah platform digital, sudah lazim bahwa setiap gerak-geriknya selalu terkompilasi dalam sebuah statistik. Angka yang paling lazim dijadikan patokan popularitas adalah jumlah follower atau pengikut, selain itu apakah ada lagi matriks yang bisa mengukur eksistensi individu di social media?

1. Engagement Rate

Salah satu cara paling efektif untuk mengukur personal branding adalah dengan melihat tingkat keterlibatan atau engagement rate dari konten yang sudah dipublikasikan. Engagement rate mencakup:

  • likes
  • komentar
  • share

yang diterima setiap konten. Semakin tinggi engagement rate, semakin baik personal branding. Ini menunjukkan bahwa audience terhubung dan merasa relate dengan konten yang kamu buat. Lebih dalam lagi tentang engagement rate, misalnya jika kamu:

  • memiliki 1.000 followers
  • mendapatkan 100 likes dan 20 komentar pada sebuah postingan

maka engagement rate adalah 12%. Ini adalah angka yang baik dan menunjukkan bahwa audience kamu aktif berinteraksi dengan konten yang sudah kamu publikasikan.

2. Kualitas Konten

Mengukur kualitas konten juga sangat penting:

  • Apakah konten yang kamu bagikan memberikan nilai tambah bagi audience?
  • Apakah mereka merasa terinspirasi, teredukasi, atau terhibur?

Kamu bisa menggunakan survei atau polling untuk mendapatkan feedback langsung dari audience. Misalnya, kamu bisa menanyakan tentang jenis konten yang mereka sukai atau apa yang ingin mereka lihat lebih banyak di akunmu. Dengan cara ini, kamu bisa menyesuaikan konten selanjutnya agar lebih relevan dan menarik bagi audience.

3. Pertumbuhan Pengikut

Meskipun jumlah pengikut atau followers bukanlah satu-satunya indikator kesuksesan sebuah akun, pertumbuhan pengikut tetap penting untuk diperhatikan. Jika kamu melihat peningkatan jumlah pengikut yang konsisten, itu bisa menjadi tanda bahwa personal brandingmu berjalan dengan baik. Tapi penting untuk diingat bahwa kualitas pengikut juga lebih penting daripada kuantitas. Contohnya adalah memiliki 10.000 pengikut yang aktif dan aktif berinteraksi itu jauh lebih berharga daripada memiliki 100.000 pengikut tapi tidak peduli dengan konten dan minim interaksi.

4. Sentimen Audience

Sentimen audience adalah cara untuk mengukur bagaimana orang merasa tentang branding kita. Kamu bisa menggunakan alat analisis social media untuk melihat apakah komentar dan interaksi yang kamu terima bersifat

  • positif
  • negatif atau
  • netral

Misalnya, jika kamu sering mendapatkan komentar positif tentang konten yang kamu bagikan, itu adalah tanda bahwa personal branding diterima dengan baik. Sebaliknya, jika banyak komentar negatif, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali strategi konten.

5. Analisis Kompetitor

Melakukan komparasi dan mengamati kompetitor juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mengukur personal branding dan impact dari konten. Lihatlah bagaimana kompetitor:

  • berinteraksi dengan audience mereka
  • jenis konten yang mereka bagikan
  • bagaimana mereka membangun komunitas

Dengan mendapat data perbandingan, kamu bisa mendapatkan wawasan based on data tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak. Ini juga bisa membantu menemukan celah di audience yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pembeda dengan kompetitor.

Personal branding adalah cara kita mempresentasikan diri kita kepada dunia, terutama di social media. Ini mencakup semua aspek dari cara kita berkomunikasi, konten yang kita bagikan, hingga interaksi kita dengan orang lain. Untuk mengukur personal branding di social media, kita perlu melihat beberapa metrik kunci. Mengukur personal branding di social media bukanlah hal yang sulit, tetapi memerlukan perhatian dan strategi yang tepat. Dengan memahami metrik-metrik yang ada, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang seberapa efektif personal branding kamu di dunia maya.

Share This

Share This

Share this post with your friends!