Menjalani hidup berdampingan dengan orang lain tentu menjadikan kita memiliki banyak kesempatan belajar, terutama tentang adab terhadap sesama. Saat belajar di sekolah juga sebetulnya kita diajarkan tentang hal tersebut, di antaranya saling menghormati, tenggang rasa, dan saling membantu.

Nah, dalam Islam, ternyata adab-adab tersebut juga diajarkan dan ada dasarnya. Salah satunya adalah tentang taawun. Al-Qurtubi mengutip dari Ibnu Huwaiz dalam tafsirnya bahwa ta’awun adalah akhlak seorang muslim yang saling memberi dan memperkuat sesuai kemampuannya. Allah juga menjelaskannya dalam QS. Al-Maidah ayat 2:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban)dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda),dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.
(Al-Mā’idah [5]:2)

Makna ta’awun atau tolong-menolong dapat menjadi sangat luas jika kita tidak memerhatikannya dengan seksama. Ta’awun yang dianjurkan tentu saja untuk lebih taat dan tawakkal pada Allah, bukan ta’awun untuk berbuat maksiat dan merugikan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki banyak perbedaan kemampuan dan untuk itulah penting bagi kita agar saling membantu. Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang sebagiannya menguatkan bagian lainnya.
[HR. Al-Bukhari (no. 481, 2446, 6026), Muslim (no. 2585) dan at-Tirmidzi (no. 1928)]

Share This

Share This

Share this post with your friends!