Untuk kamu yang sudah pernah berkenalan dengan digital marketing atau pengetahuan tentang pemasaran pada umumnya tentu tidak asing dengan istilah landing page. Diksi landing page mulai digunakan tidak hanya untuk proses pemasaran, tapi juga hal lain lain. Simak terus pemaparannya.

Landing Page = Web

Jika merujuk definisi teknis bahwa web adalah sebuah halaman yang mempunyai alamat atau domain dan bisa diakses dari browser, maka benar jika landing page adalah website. Jangankan landing page, marketplace juga bisa disebut website. Kita sepakati bahwa landing page termasuk kategori atau jenis website, layak portal berita dan social media yang juga berbasis web.

Landing Page is not Home Page

Jawabannya bisa iya bisa tidak, tergantung teknis pengaturannya. Sesuai namanya “Home” dan “Page”, yaitu sebuah halaman web yang sengaja diatur untuk menjadi halaman awal atau welcome page. Ciri-cirinya adalah ketika kita mengakses alamat atau domainnya, maka halaman itu adalah halaman home. Misal, umumnya halaman “About” yang berisi tentang profil sebuah organisasi atau orang bukan dipajang di home page, seperti alhasanah.or.id/profil. Tapi bisa juga halaman profil di-set menjadi home page, jadi ketika pengunjung mengakses alhasanah.or.if (tanpa “/profil”) maka akan muncul halaman memuat profil dan dari ilustrasi itu kita bisa menyebutkan bahwa halaman profile adalah halaman home page. Kembali ke landing page. Banyak kasus menjadikan landing page bukan sebagai home page, tapi tidak sedikit juga yang memang mendesain landing page sekaligus sebagai home page.

Landing Page vs Sales Page

Secara definisi umum, landing page adalah halaman web standalone dimana pelanggan potensial bisa “landing” atau mendarat ketika mereka click suatu link yang mereka dapat entah dari email, social media, atau iklan. Secara teknis, sales page dan landing page sama-sama stand alone, tapi banyak situs secara spesifik membedakan objective-nya: landing page tujuannya untuk mendapatkan prospek (pelanggan potensial) dan sales page tujuannya untuk menghasilkan penjualan.

Dua istilah ini itu semakin melebur. Paling mudah membedakannya adalah anggap sales page itu halaman untuk jualan, karena memang tujuannya menggiring pengunjung untuk melakukan transaksi. Sedangkan landing page bukan untuk jualan, bisa juga untuk edukasi, bisa juga untuk mencari data, atau sekedar berbagi informasi. Penyederhanaan ini memudahkan kita memahami konten dan konteks keduanya.

Entah sebagai home page atau bukan, ciri khas landing page adalah standalone dan fokus. Standalone yang berarti berdiri sendiri, fokus yang berarti (umunya) hanya menampilkan konten pilihan dan untuk pengunjung yang spesifik. Secara visual, landing page bisa mudah dikenali ketika tidak terdapat link yang mengarah ke halaman lain. Jika terdapat link, tentu untuk mengakses konten, untuk menuju ke form, atau sebuah aksi spesifik yang berelasi dengan fokus konten dan konteks landing page dibuat.

Share This

Share This

Share this post with your friends!