Alhamdulillah serangkaian kegiatan Campus Oriented SMAIT Al Hasanah Bengkulu ke Sumatera Barat berjalan dengan lancar. Dengan tema “Kiat Sukses Menuju Kampus Impian”, kegiatan ini berlangsung selama enam hari, yakni tanggal 30 Oktober – 4 November 2022, mulai dari keberangkatan, kunjungan edukatif, kunjungan wisata hingga kepulangan.

kegiatan-campus-oriented-smait-alhasanah-ke-padang-sumatera-barat-3

Campus Oriented merupakan program tahunan bidang kesiswaan SMAIT Al Hasanah. Pada tahun ini sebanyak 16 siswa kelas 11 dan kelas 12 serta 3 guru pendamping mengikuti kegiatan ini. Rombongan melakukan kunjungan edukatif ke kampus Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, (Senin, 31/11). Mereka disambut dengan baik oleh Kepala Bidang Kerja Sama UNP dan Rektor UIN IB Padang. Dalam pertemuan ini para siswa mendapat informasi seputar kampus dan kiat sukses menjadi mahasiswa di kedua universitas tersebut.

Pada hari berikutnya, Selasa 1 November 2022, peserta campus oriented melakukan wisata religi dengan mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat. Mesjid kebanggaan urang Minang ini mendapatkan penghargaan Abdullatif Al Fozan Award (AFAMA), yang merupakan ajang untuk menampilkan karya dan desain masjid dari negara-negara dengan penduduk muslim di dunia. Selanjutnya, rombongan pergi ke Pantai Air Manis. Di sana terdapat wisata sejarah Batu Malin Kundang. Kisah Malin Kundang merupakan dongeng Nusantara tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebelum pulang ke penginapan, mereka refreshing ke Trans Studio.

Keesokan harinya, rombongan berangkat ke Batu Sangkar dan Bukti Tinggi. Mereka mengunjungi wisata budaya dan pariwisata Istana Pagaruyung dan Jama Gadang. Kegiatan hari itu ditutup dengan wisata sejarah ke Lubang Jepang (juga dieja Lobang Jepang). Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942. Dikutip dari Wikipedia, diperkirakan puluhan sampai ratusan ribu tenaga kerja paksa atau romusha dikerahkan dari pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan untuk menggali terowongan ini.

Tanggal 3 November 2022 peserta kegiatan melakukan perjalanan pulang menuju Bengkulu. Alhamdlulillah mereka sampai dengan selamat.

Share This

Share This

Share this post with your friends!